Kamis, 27 September 2012

Bagaimana Mengalahkan Barcelona


Barcelona, tidak diragukan lagi adalah tim terbaik di dunia saat ini. Tim yang memiliki possesion ball terbaik di muka bumi, pembinaan pemain muda terbaik, pemain-pemain dengan skill kelas dunia, filosofi permainan meyerang tiada henti dan bonus terbesar adalah berdiri di depan seorang Lionel Messi.
Tapi apakah Barcelona tak bisa dikalahkan? Pasti tidak, beberapa tim mampu melakukannya, dan berikut poin-poin yang terangkum dari kekalaha-kekalahan mereka.
  • Seorang Jangkar
Tahun lalu, Madrid dapat membuat repot Barcelona. Mereka memiliki Pepe yang dipasang menjadi jangkar untuk melindungi 4 bek sejajar mereka, semua serangan Barcelona seperti terputus disini. Tetapi ketika kartu merah keluar untuk Pepe, Madrid luluh lantak 2-0 dikalahkan Barcelona. Penting mempunyai seorang jangkar, tugasnya hanya mengacau pasokan bola dari sang kreator Xavi, Iniesta atau saat ini ada Fabregas menuju Messi, Villa atau Alexis
  • Kesabaran
Ketika bermain melawan Barcelona hampir dipastikan Barcelona terlihat begitu superior dengan penguasaan bola, brilian passing dan pergerakan pemain. Dengan penguasaan bola melewati 60% dapat dengan mudah membuat frustasi bagi lawan. Hal ini akan membuat peluang terkena kartu kuning dan dilanjutkan dengan kartu merah menjadi besar. Tentu saja hal ini akan memperkecil peluang untuk menang, ketika melawan tim manapun, apalagi melawan Barcelona. Jadi intinya bersabarlah.
·         Serangan Balik
Cepat atau lambat, disaat tertentu Barcelona kehilangan bola kala menyerang. Pemain belakang Barcelona mungkin termasuk yang terbaik di Eropa, tapi mereka sangat lamban. Melancarkan serangan balik secepat mungkin adalah jurus jitu untuk mengalahkannnya, terutama kala bermain di Camp Nou. Buktinya, cari gol Niklas Bandtner kala Arsenal pada liga champions 2009-2010.
  • Kecepatan
Seperti disebutkan sebelumnya, terutama di barisan pertahanan, kecepatan Barcelona lambat. Untuk mengimplementasikan kelemahan ini, selain tentunya serangan balik yang cepat, perlu bagi tim lawan memiliki pemain-pemain secepat rusa. Theo Walcott, Ronaldo dan Alexander Pato dapat menjadi contoh pemain-pemain yang pernah menaklukan gawang Valdez.
Bahkan AC Milan lewat Pato tidak memerlukan serangan balik untuk menciptakan gol, Pato cukup berlari secepat mungkin dan tentunya membawa bola bersamanya.
Banyak tim tidak menyadari ‘kecilnya’ anggota squad Barcelona. Para pemain Barcelona memiliki postur tubuh yang relatif kecil untuk ukuran Eropa. Hal ini dapat menjadi bulan-bulanan sang lawan ketika Barcelona menghadapi situasi set-piece, tendangan bebas ataupun cerner kick. Jadi sang lawan membuat starting eleven yang benar-benar “bongsor’.
  • Keberuntungan
Bahkan ika semua hal untuk mengalahkan Barcelona telah dilakukan, sang musuh masih membutuhkan keberuntungan. Siapa tau berbuat kesalahan, dari cedera pemain, dapat 3 kartu merah, bikin gol bunuh diri dll. Sang lawan masih memerlukan dewi keberuntungan di sisi mereka untuk mengalahkan sebuah tim raksasa, Barcelona

Era Pep (runtuh) masihkah?

Disaaat mulai di angkatnya caretaker Barca musim lalu yaitu Mr. Tito Vilanova banyak cules yang menaruh harapan besar kepada pelatih bertangan dingin ini. Ekspektasi para fans juga sudah mulai dirasakan, dengan memenangkan 5 liga BBVA Spanyol dan mengalami minus kekalahan daei sang rival utama di Piala Raja Copa del Rey. Hal ini tetap membuat skuad Barca tidak terpengaruh, malah sang juara piala raja sedang pincang dengan mengalami 2 kekalahan dan 1 seri dalam lima pertandingan terakhir. meskipun sedang dilanda badai cedera di awal musim dan kehilangan dua pilar utama di belakang yaitu Puyol dan Pique yang masing masing mengalami cedera lutut dan harus menepi selama 4 minggu dan terancam tidak dapat turun kelapangan saat membela Barca di EL Classico jilid pertama musim ini. Sepertinya Yiti tidak kehabisan akan, dengan menumpuknya stok gelandang bertahan, tito mulai bereksperimen dengan menarik kebelakang rekrutan baru mereka yaitu Alexander Song yang sebenarnya berposisi di gelandang jangkar. sejauh ini dia mampu berduet dengan Mascherano sebagai center back yang di mana bermain solid meskipun sedikit canggung ketika seperti yang terjadi di match liga championg saat Barca menjamu Spartak Moskow yang sempat tertinggal 2-1, tapi kemudian dan lagi bocah ajaib El Messiah membantu memenangkan match ini.
Dengan sering cederanya Puyol dan mulai tidak stabilnya performa Pique, akankah Tito mulai memikirkan untuk merekrut Center Back untuk tranfer musim dingin ini? rumor yang beredar bintang Borussia Dortmunt yaitu Mats Hummels yang mulai masuk ke radar Tito. akankah Tito akan menjadi suksesor yang mampu melampaui kinerja PEP? kita lihat saja hinnga musim ini berakhir.